Komisaris Jenderal Polisi Mochamad Iriawan Resmi Menjabat Ketua Umum (Ketum) PSSI Periode 2019-2023

admin

“Hasil kongres hari ini (beberapa waktu lalu-red) bukan soal kemenangan saya, melainkan kemenangan insan sepak bola Indonesia. Kita semua tentunya bertekad untuk memajukan sepak bola yang amat kita cintai ini. Kita juga bersyukur bahwa kita menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2021 nanti dan harus kita persiapkan maksimal dari sekarang,”.

PSSI – CNN

Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) Mochamad Iriawan Mochamad Iriawan atau yang sering akrab disebut Iwan Bule secara resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) PSSI untuk periode 2019-2023, setelah meraih 82 suara dari 85 pemilik suara (voter). Ketua Umum PSSI terpilih menyampaikan konferensi pers usai Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Jakarta, Sabtu, 2 November 2019.

Kongres dengan agenda utama pemilihan Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dan 12 Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI untuk periode 2019-2023 diikuti oleh 86 pemilik suara yang terdiri dari 34 perwakilan Asosiasi Provinsi, 18 klub Liga 1, 16 klub Liga 2, 16 klub Liga 3 hasil dari kompetisi 2018, Federasi Futsal Indonesia, dan Asosiasi Sepak Bola Putri. Selain 82 voter yang memilih Iwan, tiga suara dianggap tidak sah dan satu voters tidak ikut memilih alias walk out yakni perwakilan Persis Solo.

“Hasil kongres hari ini (beberapa waktu lalu-red) bukan soal kemenangan saya, melainkan kemenangan insan sepak bola Indonesia. Kita semua tentunya bertekad untuk memajukan sepak bola yang amat kita cintai ini. Kita juga bersyukur bahwa kita menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2021 nanti dan harus kita persiapkan maksimal dari sekarang,” ucap Iwan kepada wartawan di sela-sela kongres.

Setelah terpilih, Iwan menyampaikan sudah mendapatkan telefon ucapan selamat dari Presiden FIFA, AFC, hingga dari AFF.

“Intinya presiden FIFA mengucapkan selamat atas terpilihnya saya. Beliau berharap sepak bola Indonesia bisa lebih maju di bawah pimpinan saya dan beliau bilang sudah bertemu dengan Presiden Jokowi. Dari AFC dan AFF juga sudah (telefon),” sampai Iwan yang merupakan Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional itu.

Lebih jauh pihaknya menyebut, fokus terdekatnya pascaterpilih sebagai Ketua Umum PSSI adalah mencurahkan perhatian lebih kepada tim nasional untuk ajang SEA Games 2019 di Filipina.

“Ada target, harus dipacu, mudah-mudahan bisa ke final, syukur kalau menang. Yang pasti kita harus beri perhatian besar ke tim SEA Games ini,” sebut Iwan Bule.

Sambungnya, penentuan pelatih tim nasional juga menjadi prioritas terdekat Iwan. Ia menjelaskan, PSSI akan segera mengkaji sejumlah nama untuk kemudian ditentukan menjadi pelatih tim Garuda.

“Beri saya waktu satu dua hari ini untuk mendalami. Aspirasi soal Luis Milla, ada juga eks pelatih Korea, ada beberapa pelatih kita (Indonesia) juga. Akan kita pertimbangkan dari berbagai aspek, belum tentu (pelatih) asing,” jelas mantan Kapolda Jawa Barat Tersebut.

Dari 11 kandidat ketua umum PSSI yang sebelumnya sudah ditetapkan, hanya tersisa tiga kandidat saat pemilihan dimulai. Mereka adalah M. Iriawan, kemudian dua kandidat yang tidak mendapatkan suara, yakni Rahim Soekasah dan Arif Putra Wicaksono.

Sementara itu, Kongres sempat diwarnai sejumlah insiden. Enam kandidat memilih ke luar dari arena kongres setelah mencoba melakukan interupsi menjelang pemungutan suara. Lima di antaranya mengaku diusir dari arena Kongres PSSI. Mereka adalah Fary Djemy Francis, Vijaya Fitriyasa, Yesayas Oktavianus, Sarman El-Hakim, dan Aven S. Hinelo. Kandidat lainnya, Benny Erwin juga akhirnya memilih meninggalkan ruangan.

“Kami hanya ingin interupsi untuk menyampaikan ke delegasi FIFA tentang beberaa hal yang kami anggap janggal. Tapi, kami malah dihalangi dan ditarik petugas security. Lalu Sekjen PSSI mengatakan “Anda ke luar, kandidat yang tidak setuju silakan ke luar,”!. Maka tidak ada gunanya lagi di dalam. Aspirasi, suara kami tidak didengar,” beber Vijaya.

Insiden juga terjadi sebelum kongres dimulai. Mochamad Iriawan sempat beradu mulut dengan Vijaya Fitriyasa. Penyebabnya ialah, Iwan yang tengah diwawancarai media sempat dihampiri oleh kandidat lainnya Vijaya Fitriyasa. Keduanya sempat bersalaman. Namun Iwan menolak berbicara lebih lanjut dengan Vijaya yang tampak ingin mengutarakan hal terkait kongres. Iriawan mendorong Vijaya dan memintanya menghargai sesi wawancaranya dengan media sebelum akhirnya Vijaya ditarik oleh pengawal pribadi Iwan.

Sementara itu, dua kandidat lainnya, yakni La Nyalla Mattalliti dan Bernhard Limbong sudah menyatakan menarik diri sebelum kongres digelar dengan alasan masing-masing.

Dalam memimpin PSSI empat tahun ke depan, Iriawan “Iwan Bule” akan dibantu oleh dua orang wakil ketua. Mereka adalah Cucu Soemantri dan Iwan Budianto. Keduanya resmi terpilih jadi Wakil Ketua Umum PSSI setelah unggul dalam pemilihan pada KLB tersebut.

Cucu dan Iwan Budianto menyisihkan empat calon waketum lainnya, yakni Djamal Aziz, Esti Puji Lestari, Hasnuryadi Sulaiman, Yesayas Oktavianus, dan Hinca Pandjaitan.

Dalam pemungutan suara, Cucu memperoleh suara terbanyak, yakni 81 suara diikuti Iwan Budianto dengan 74 suara. Perolehan suara keduanya jauh mengungguli Esti, Hasnur, dan Yesayas yang hanya mendapat dua suara. Sementara itu Djamal dan Hinca meraih satu suara dari 163 suara sah. Sebanyak 11 suara dinyatakan tidak sah.

Selain ketua  umum dan dua wakilnya, kongres juga menetapkan 12 anggota komite eksekutif PSSI hasil pemilihan para pemilik hak suara.

Syarat untuk terpilih menjadi anggota exco adalah harus mendapatkan suara 50+1 dari 86 pemilik suara. Artinya, kandidat mesti mengantongi minimal 44 suara agar terpilih.

Ke-12 anggota exco terpilih adalah Dirk Soplanit (62 suara), Yoyok Sukawi (45 suara), Endri Erawan (44 suara), Juni Rahman (45), Haruna Soemitro (45) Hasnuryadi Sulaiman (44), Pieter Tanuri (52), Sonhadji (58), Ahmad Riyadh (55), Hasani Abdul Gani (49), Yunus Nusi (44), dan Vivin Cahyani (47). Tidak ada wakil dari Jawa Barat dalam susunan exco tersebut. Ketua Asprov PSSI Jabar Tommy Apriantono yang merupakan salah satu calon gagal meraih jumlah suara minimal.

Sementara, KLB PSSI dibuka secara resmi oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali didampingi Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Marciano Norman, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari, dan perwakilan PSSI.

Kongres dihadiri dua delegasi FIFA, yakni Head of Member Association Governance Service Luca Nicola dan Development Manager Southeast and East Asia, Lavin Vignesh. Turut hadir tiga delegasi AFC, yakni Head of South Asia Unit AFC Member Association and Regional Associations Departemen Purushottam Kattel, Manager of Asean Unit AFC Member Association and Regional Associations Departement Nhodkeo Phawadee dan Secretary of AFC Member Association and Regional Associations Departement, Varankumar Sagaran.

Presiden FIFA Gianni Infantino turut memberikan sambutan melalui video pada awal kongres sekaligus menandakan legitimasi KLB PSSI tersebut di mata FIFA.

“Indonesia bukan hanya negara hebat, tapi juga sepak bola yang potensial. Kongres ini sangat penting dan pemilihan menjadi fondasi untuk melanjutkan apa yang sudah dilakukan karena telah banyak terjadi kemajuan positif. Perlu kerja sama semua pihak untuk sepak bola indonesia. Secara khusus, terima kasih kepada PSSI yang telah mengajukan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2021. Saya berharap kongres berlangsung baik,” ungkap Infantino.

Sementara itu Menpora Zainudin mengungkapkan, netralitas pemerintah yang tidak memihak salah satu kandidat ketua umum pada kongres itu. Dia menyebut, pemerintah tidak akan mencampuri urusan internal cabang olah raga. Apalagi, PSSI bernaung di bawah statuta FIFA.

“Masalah cabor diselesaikan oleh internal cabor dulu. Kalau tidak bisa ada KONI ada KOI. Jangan segala sesuatunya harus turun pemerintah,” papar Zainudin.

Menpora menambahkan, PSSI di bawah pimpinan ketua terpilih diharapkan dapat membawa kemajuan prestasi sepak bola Indonesia. Apalagi, kata Zainudin, Presiden RI menaruh perhatian besar pada pembinaan dan kemajuan prestasi sepak bola tanah air. (Bowo)

www.cakrawalanusantaranews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Meningkatnya Jumlah Perceraian di Kalangan PNS, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bandung Kurnia Dadang Naser Instruksikan Para Pejabat dan PNS Wajib Pasang Foto Keluarga di Ruang Kerja

Share this on WhatsApp“Pemasangan foto keluarga di ruangan kerja ini sebagai alarm pencegahan agar mengurangi perceraian di kalangan PNS,”. KAB. BANDUNG – CNN Maraknya kasus perceraian dari tahun ke tahun di kalangan PNS semakin meningkat, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bandung Kurnia Dadang Naser menginstruksikan kepada para pejabat dan PNS […]
Ilustrasi Duda - Janda

Subscribe US Now

WhatsApp chat