“Kesuksesan anak-anak kedepan tidak ditentukan oleh intelektual saja. Hal terpenting karakter-karakter baik yang harus dibangun, seperti kejujuran, disiplin, bekerja keras,”
JABAR – CNN
Di Jawa Barat masih sangat minim ajang penyaluran bakat untuk mengasah kreativitas nonakademik para siswa-siswi. Tentunya diharapkan kedepan dibutuhkan lebih banyak lagi ajang-ajang tersebut.
Upaya yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat, salahsatunya dengan menggelar ajang ‘Pesona Kreativitas Siswa 2019’. Acara yang ditampilkan dalam ajang tersebut ialah; menari tradisional, menari modern, peragaan busana, dan lain sebagainya. Sedikitnya ada 47 Peserta siswa-siswi dari 5 Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Jabar yang turut serta dan kemudian diputuskan 5 pemenang terbaik oleh dewan juri di ajang ‘Pesona Kreativitas Siswa 2019’ itu.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dewi Sartika mengatakan, ajang-ajang untuk menyalurkan kemampuan nonakademik siswa sangat penting. Hal itu karena lewat ajang penyaluran kreativitas, siswa belajar banyak hal yang membuat mereka lebih dewasa.
“Kesuksesan anak-anak kedepan tidak ditentukan oleh intelektual saja. Hal terpenting karakter-karakter baik yang harus dibangun, seperti kejujuran, disiplin, bekerja keras,” kata Dewi.
Ajang penyaluran bakat seperti “Pesona Kreativitas Siswa 2019” akan terus digelar Dinas Pendidikan Jawa Barat. Dalam beberapa tahun kedepan, siswa-siswi akan menghadapi dunia yang penuh persaingan ketat.
Oleh karena itu, kreativitas mereka perlu terus diasah agar mampu menghadapi persaingan pada masa yang akan datang, “ papar Dewi.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Pusat Asosiasi Kepala Sekolah Seluruh Indonesia (AKSI) Asep Tapip menyampaikan, “Pesona Kreativitas Siswa” merupakan wadah kreativitas yang diharapkan menjadi ajang untuk mengasah kemampuan nonakademik siswa.
Asep menilai, ajang serupa masih minim terlaksana. Padahal, dengan terus mengasah kemampuan nonakademik siswa, dapat tercipta sumber daya manusia Jawa Barat yang juara untuk mendukung program Jabar Juara.
“Kami juga menyadari tidak banyak event yang bisa mewadahi kegiatan ekskul di sekolah dan pelaksanaannya tidak rutin. Misalnya (mewadahi) ekskul pencak silat, modelling, sedikit lomba modeling,” ucap Asep di Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat, belum lama ini. (Tik)

