“Mengapa saya harus hadir? Karena insan pers adalah teman saya sehari-hari. Kenapa seperti itu? Karena kemanapun saya pergi yang selalu ikut bersama saya adalah para wartawan. Menteri kadang nggak ikut, tapi wartawan pasti ikut,”
KALSEL – CNN
Memperingati Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh pada 9 Februari 2020, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri peringatan tersebut yang digelar di Kalimantan Selatan (Kalsel). Menurut Presiden, dirinya ‘kapok’ jika tidak menghadiri acara HPN.
Jokowi menceritakan dirinya hari ini seharusnya terbang ke Canberra, Australia, untuk melakukan kunjungan kerja. Namun, katanya, ia berusaha keras untuk terlebih dahulu mengahadiri HPN 2020.
Setiap ada peringatan Hari Pers Nasional, saya berusaha keras untuk hadir. Saya pernah nggak hadir sekali, setelah itu kapok betul karena mengatur waktu sangat sulit, begitu juga hari ini,” beber Jokowi dalam sambutannya di Komplek Sekretariat Daerah (Sekda) Kalsel, di Kompleks Sekretariat Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Selatan, Jalan Aneka Tambang, Banjar Baru, Kalimantan Selatan.
“Seharusnya saya sudah terbang ke Canberra, tapi belum kesini dulu karena kapok tadi. Pagi ini pun dalam perjalanan menuju Canberra saya membelokkan perjalanan via Banjarmasin, sekali lagi ini adalah demi Hari Pers Nasional,” ucapnya.
Jokowi menjelaskan alasannya mengapa harus hadir dalam acara HPN. Jokowi beralasan karena para pegiat pers yang setiap hari selalu menemani dalam segala aktifitas kerjanya.
“Mengapa saya harus hadir? Karena insan pers adalah teman saya sehari-hari. Kenapa seperti itu? Karena kemanapun saya pergi yang selalu ikut bersama saya adalah para wartawan. Menteri kadang nggak ikut, tapi wartawan pasti ikut,” ucapnya.
Jokowi menjelaskan, bahwa hari-harinya selama ini selalu dikejar-kejar oleh para wartawan untuk wawancara. Jokowi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh insan pers karena telah membantu memberikan informasi kepada masyarakat atas kinerja pemerintahan .
“Yang mengejar saya sehari-hari, yang menghadang saya doorstop, yang menyebabkan saya kadang-kadang gugup, gagap karena nggak siap ditanya sesuatu juga insan pers dan yang membuat berita kegiatan saya pemerintah sampe pada masyarakat juga insan pers,” tutupnya. ****

