Tasyakur Binni’mah Dina Raraga Ngaraketkeun Kawargian Tur Mapag Sasih Siam 1444 Hijriah, Jeroning Sumanget Babarengan. Mugia Urang Sadaya Kenging Rahmat Barokahna Allah S.W.T.

admin

“Sing Ayem Tengtrem, Subur Makmur Gemah Ripah Loh Jinawi”

CNN – KOTA BANDUNG

Membangun semangat kebersamaan dalam kepedulian menuju kesetaraan, kalimat tersebut merupakan ‘slogan’ dalam acara Tasyakur Binni’mah yang di gelar oleh Kawargian Abah Alam (KAA) dengan Tema “Tasyakur Binni’mah Dina Raraga Ngaraketkeun Kawargian Tur Mapag Sasih Siam 1444 Hijriah, Jeroning Sumanget Babarengan. Mugia Urang Sadaya Kenging Rahmat Barokahna Allah S.W.T.

Dalam sambutanya, Ari Mulya Subagja (perwakilan Kawargian Abah Alam) menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam terkhusus buat Abah Alam yang telah menggelar acara ini. Tanggal 01 Maret ini pun bertepatan dengan Hari Tanpa Diskriminasi Internasional, Hari Kursi Roda Internasional, mari kita satu padukan rasa persatuan dan kesatuan kita sebagai warga negara demi terciptanya suasana yang aman, damai dan kondusif, serta tidak ada lagi Diskriminasi terhadap siapa pun, karena setiap warga negara berhak mendapatkan Hak-Hak yang sama dalam hidup dan berkehidupan berbangsa dan bernegara.

 

Sementara itu, Opa Ventje Pembina Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Cimahi menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada Kawargian Abah Alam (KAA), terkhusus kepada Abah Alam, yang telah sudi mengundang kami sebagai keluarga dari Kawargian. Terima kasih atas penghormatan, penghargaan dan pengakuan serta apresiasi kepada kami sebagai Penyandang Disabilitas.

Sambungnya, Hari ini sangat luar biasa, Hari yang sangat menyentuh bagi kami (Penyandang Disabilitas) karena acara ini bertepatan dengan Hari Kursi Roda Internasional, Hari Tanpa Diskriminasi. Kami berharap di Hari Tanpa Diskriminasi ini, jangan ada lagi jarak atau dinding pemisah antara kita, “ucap Opa Ventje seraya tak henti – hentinya mengucapkan terima kasih serta iringan doa kepada Abah Alam dan Kawargian Abah Alam (KAA).

Abah Alam menegaskan, bahwa makna dari pada syukuran ini adalah bagaimana kita besyukur dan mensyukuri nikmat yang telah kita terima, baik makanan yang telah kita makan, minuman yang telah kita minum, pakaian yang kita pakai dan perilaku yang kita lakukan semoga selalu diberikan rahmat barokah dari Allah S.W.T.

Gelaran acara tersebut bertempat di Gang Haji Tabri No.32/65 RT.05/11, Kelurahan Sukabungah, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung. Turut hadir dalam acara tersebut seluruh elemen masyarakat Kawargian Abah Alam (KAA).

Silih Asih Kupangarti Sing Tepi Kaharti Ku Pikirna, Silih Asah Ku Pangabisa Sing Tepi Kahontal Ku Akalna, Silih Asuh Ku Pangaweruh Sing Tepi Katimu Ku Elmuna. (Agung Jaelani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Cegah 3 Dosa Pendidikan, Disdik Jabar & PeaceGen Gelar Program Guru Masagi Abad 21

CNN – JABAR Dinas Pendidikan Jawa Barat dan PeaceGeneration Indonesia (PeaceGen) melalui program JISRA (Joint Initiative for Strategic Religious Action) menggelar Training Guru Abad 21 (TGA) yang bertujuan memberikan pembekalan mengenai tiga dosa pendidikan pada 13 Juli 2023. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Guru Masagi Abad 21. Konsep program […]

Subscribe US Now