Banyaknya Laporan dari Masyarakat Terkait Banjir & Macet di Kawasan Rancaekek Wagub Uu Ruzhanul Ulum ‘Turun Tangan’

admin

“Yang jelas Kahatex bukan penyebab banjir rancaekek, poinnya itu saja. Intinya Kahatex sendiri punya saluran sendiri yang mengarah langsung ke Cikijing dan memiliki daya tampung ke Cikijijing sehingga untuk menampung air dari jalan raya masih tercukupi,”

RANCAEKEK – CNN

Kaw

asan Jalan Rancaekek yang kerap tergenang banjir dan selalu macet apabila turun hujan terutama di sekitaran Pabrik Kahatex, guna mencarikan solusi dari masalah yang ada agar tak berkepanjangan situasi itu terus terulang, Wakil gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum meninjau lokasi tersebut.

Menurut Wagub Uu, bahwa dirinya ditugaskan oleh Pak Gubernur (Ridwan Kamil) untuk melihat situasi dan kondisi di sini, ada dua permasalahan yang sering dilaporkan masyarakat kita melalui media sosial FB (Facebook) mengenai masalah banjir dan masalah kemacetan,” tutur Uu kepada awak media saat meninjau PT Kahatex di Jalan Raya Rancaekek, Kabupaten Sumedang.

Uu menjelaskan, ada beberapa upaya yang dilakukan untuk mengatasi banjir yang sering terjadi di sekitar pabrik Kahatex. Mulai dari upaya normalisasi sungai hingga penanganan lainnya.

“Ternyata masalah banjir itu sudah ada progres, sudah ada normalisasi pembangunan kali yang melewati Kahatex ini, tetapi belum bisa dimanfaatkan karena ada satu titik ini yang belum dikerjakan karena kewenangannya ada di pemerintah pusat dan PUPR dan itu sudah ada progres yaitu dikeruk atau dinormalisasi. Itu akan selesai kemungkinan oktober tahun ini,” jelasnya.

Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum meninjau kawasan Rancaekek yang kerap diterjang banjir.

UU menyebut, pihak Kahatex ingin membongkar jembatan yang diduga menjadi penghalang atau menghambat laju air. Namun rencana itu masih menunggu keputusan dari Pemprov Jabar.

“Kedua jembatan yang ada di dalam sebenernya dari Kahatex sudah ingin dibongkar dan diluruskan, dan sudah ada progres, yaitu sedang membuat pintu yang lain. Sebenarnya izin sudah ada tinggal teknis mungkin beberapa hari juga sudah selesai. Untuk jembatan ini yang dianggap menghambat lajunya air bisa segera dibongkar,” sebutnya.

Lebih jauh pihaknya membeberkan, selain banjir, ia juga sering mendapat keluhan warga terkait kemacetan. Pihaknya akan melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak untuk mengatasi masalah tersebut.

“Sering di keluhkan masyarakat, terutama masyarakat Jawa Barat bagian timur yang sering lewat sini. Sekarang kami akan membuat sebuah gerakan antara lain minta Kahatex untuk membuat kembali JPO (jembatan penyebrangan orang). Tetapi karena banyak instansi terkait termasuk pemerintah pusat, maka kami akan rapat koordinasi dengan Pemkab bandung, Pemkab Sumedang termasuk dari pihak PU Binamarga,” terangnya.

Uu berucap, permasalahan macet dan banjir di kawasan Rancaekek bisa segera ditangani. Pihaknya akan berupaya dan mencari solusi terbaik agar permasalahan ini bisa diselesaikan.

“Mudah-mudahan dengan kami ada di sini ada dengan dua pemerintahan bisa ada solusi. Dan mudah-mudahan Jumat ada keputusan, nanti kami akan rekomendasikan segera dan bisa selesai masalah banjir dan kemacetan di Kahatex,” paparnya.

Sementara itu, Pihak PT Kahatex, melalui Humasnya, Rudy menuturkan, Kahatex bukan penyebab terjadinya banjir di wilayah Rancaekek. Karena Kahatex memiliki saluran sendiri dengan daya tampu air yang banyak.

“Yang jelas Kahatex bukan penyebab banjir rancaekek, poinnya itu saja. Intinya Kahatex sendiri punya saluran sendiri yang mengarah langsung ke Cikijing dan memiliki daya tampung ke Cikijijing sehingga untuk menampung air dari jalan raya masih tercukupi,” tutur Rudy.

Rudy menegaskan, bahwa pihaknya banyak membantu masyarakat dengan melakukan pemompaan jika terjadi banjir di kawasan Kahatex melalui alat yang di berikan pihak BBWS.

“Saluran drainase kahatex ini sebagai penolong apabila ada kejadian banjir, kita pompakan melalui pompa dari BBWS kemudian dipompakan sampai masuk ke saluran yang ada di Kahatex. Jelas Kahatex membantu persoalan menyelesaiakan persoalan yang ada di sana,” tegas Rudy. (Emur Permadi)

www.cakrawalanusantaranews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Dinas Lingkungan Hidup & Kebersihan Kota Bandung Wadahi Para Tenaga Penyapu Alihan PD Kebersihan Dengan Gaji Setara UMK

BANDUNG – CNN Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung membentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengumpulan dan Pengolahan Sampah. Pembentukan UPT tersebut berdasarkan kajian. Tujuanya ialah untuk mewadahi tenaga penyapuan, pengalihan dari PD Kebersihan yang berjalan mulai Oktober 2020. Menurut Kepala Bidang Kebersihan DLHK Kota Bandung, Sofyan Hernadi mengatakan, […]

Subscribe US Now

Need Help?