BALI – CNN
Dalam upaya menekan pandemi virus corona, Gubernur Bali I Wayan Koster mengeluarkan ‘jurus’ dengan mengandalkan desa adat tanpa menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Menurutnya, desa adat termasuk ke dalam tiga level penanganan sebagai upaya Bali mengatasi wabah Covid-19 ini. Sedangkan dua lainnya ada di tingkat provinsi dan kabupaten atau kota.
“Kami tidak melaksanakan PSBB, sejak kasus muncul 10 Maret silam, kami langsung buat pola penanganan dalam bentuk kebijakan operasional di lapangan, ada tiga level pelaksanaan penanganan Covid-19 di Bali,” terang Koster dalam jumpa pers, Selasa (12/5).

Koster menjelaskan, di level provinsi, berupa penerbitan surat edaran imbauan dan instruksi terkait penerapan protokol kesehatan. Kemudian di kabupaten atau kota berupa manajemen untuk mengkoordinasi pelaksanaan operasional corona. Sementara di level paling bawah, berupa kebijakan di wilayah desa adat.
“Desa adat ini kami jadikan andalan utama untuk mengendalikan pergerakan masyarakat di wilayah masing-masing agar tidak keluar atau tidak kedatangan orang luar masuk ke wilayahnya, kecuali ada kepentingan mendesak,” jelasnya.
Koster menuturkan, desa adat memiliki kearifan lokal dengan hukum adat yang dinilai bisa mengikat lebih kuat masyarakat di wilayah tersebut. Di Bali sendiri tercatat 1.493 desa adat.
lebih jauh pihaknya mengatakan, desa adat juga memiliki ritual keagamaan dalam bentuk niskala berupa keyakinan masyarakat Bali untuk mengikuti pedoman dari para leluhur ketika ada suatu wabah terjadi.
“Karena desa adat punya hukum adat, warga jadi tertib dan disiplin, sejauh ini berjalan dengan sangat baik. Selain itu kelebihan desa adat juga punya satu keyakinan ritual agama dalam bentuk niskala. Para leluhur mengajarkan kalau ada wabah ada cara sendiri penanganan secara ritual,” kata Koster.
Di sisi lain, Bali juga menyediakan 13 RS rujukan dengan kapasitas 392 tempat tidur bagi pasien corona. Koster mengatakan, hingga saat ini ada 314 pasien positif corona di Bali. Dari jumlah tersebut, 210 orang sembuh dan hanya empat orang meninggal dunia.
Saat ini pihaknya memprioritaskan penanganan corona di tiga kabupaten di Bali yakni Bangli, Buleleng, Karangasem, dan Kota Denpasar. Koster mengklaim kabupaten lainnya relatif aman sehingga ia mulai mengkaji kemungkinan membuka akses terbatas di kabupaten lain.
“Jadi indikator yang kami lakukan adalah menahan penambahan laju pasien positif, meningkatkan persentase kesembuhan, dan menahan angka yang meninggal. Secara kumulatif jumlah pasien di RS akan terus menurun,” tutupnya. ****

