DPRD Kota Bandung Sahkan Raperda Pembentukan dan susunan Perangkat Daerah Menjadi Perda

admin

BANDUNG – CNNRapat Paripurna  Laporan Pansus terhadap pembahasan Ranperda tantang perubahan Perda Nomor 8 tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah Kota Bandung yang di laksanankan di Gedung DPRD Kota Bandung Jalan Sukabumi No. 35 pada Kamis (26/11).

Paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Bandung, Tedy Rusmawan didampingi Wakil Ketua Ade Supriadi, S.E, Achmad Nugraha, DH, SH dan H. Edwin Senjaya, SE., MM, turut hadir juga Wali Kota Bandung H. Oded M Daniel dan Wakil Wali Kota Yana Mulyana serta para pejabat penting dilingkungan Pemerintah Kota Kota Bandung.

Dengan tetap menjalankan protokol kesehatan Covid-19, Ketua Pansus 5 Ranperda tantang perubahan Perda nomor 8 tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah Kota Bandung memberikan laporan hasil pembahasan, kajian yang telah dilakukan terhadap ranperda tersebut.

“Untuk diketahui, ranperda perubahan Perda nomor 8 tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah Kota Bandung ini telah dilakukan secara meraton, terperinci dan telah melakukan kunjungan kerja kebeberapa daerah untuk mencari referensi terkait pembahasan ranperda ini, dan kami juga telah melakukan kroscek dilapangan agar ranperda ini nantinya bisa memberikan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat,” Ujar Ketua Pansus 5 Aries Supriyatna Saat memberikan laporan pansus.

Setelah mendengar laporan panitia khusus, paripurna dilanjutkan dengan mendengar pendapatan akhir kepala daerah terhadap laporan panitia khusus DPRD kota bandung, dan dilanjutkan dengan penandatangan draf pengesahan Raperda tantang perubahan Perda nomor 8 tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah Kota Bandung, yang mana sebelumnya pimpinan paripurna telah meminta persetujuan kepada anggota DPRD Kota Bandung dan pembacaan draf keputusan yang dibacakan oleh Ketua DPRD Kota Bandung.

Setelah Renperda tantang perubahan Perda nomor 8 tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah Kota Bandung disahkan menjadi Perda. Pimpinan sidang paripurna melanjutkan sidang paripurna terkait jawaban Fraksi DPRD Kota Bandung terhadap pendapat Wali Kota Bandung tentang Perusahaan Umum Daerah Pasar Juara, Raperda Kota Bandung tentang APBD TA 2021, Raperda Kota Bandung tentang perubahan atas Perda Kota Bandung no. 8 tahun 2016 tentang Pembentukan Perangkat Daerah dan  Propemperda tahun 2021.

Dalam rapat tersebut, DPRD Kota Bandung dan Pemkot Bandung menyetujui terkait dibentuknya sejumlah Raperda tersebut yang ditandai dengan penandatanganan nota persetujuan oleh pimpinan DPRD Kota Bandung dan Wali Kota Bandung.
Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penandatangan persetujuan bersama Pemerintah Kota Bandung dan DPRD Kota Bandung, tentang kesepakatan pengajuan persetujuan substansi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kota Bandung No. 18 tahun 2011, tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bandung tahun 2011 -2031.

Ketua DPRD Kota Bandung, Tedy Rusmawan mengatakan Rapat Paripurna dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin, seperti mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.
Selain itu, juga dilakukan secara virtual sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Kota Bandung.

“Maka kepada yang hadir untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan. Terlebih dengan Kota Bandung yang peningkatannya cukup mengkhawatirkan dalam beberapa waktu terakhir ini,” ucapnya.

Dikatakannya dengan masih harus dilakukan fasilitasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, terkait Raperda Perumda Pasar Juara, maka Pansus 8 belum dibubarkan. “Juga dengan Pansus 5 belum dibubarkan, karena masih adanya evaluasi Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri),” tambahnya.

Sementara itu Wali Kota Bandung mengatakan, dengan ditetapkannya reperda tantang perubahan Perda nomor 8 tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah Kota Bandung menjadi Perda, diharapkan sinergi pusat dan daerah dapat terlaksana, demi kemakmuran dan pembangunan Kota Bandung secara terpadu dan merata.

“Semoga Kedepannya potensi ASN dapat terus ditingkatkan, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” papar Wali Kota Bandung.

Dihadapan Ketua Pimpinan dan anggota dewan yang hadir, Wali Kota Bandung juga mengucapkan terima kasih kepada pihak- pihak yang terlibat dalam pembahasan dan penyusunan perda ini.

“Pemerintah Kota  Bandung mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak dalam pembahasan dan penyusunan perda ini serta memberikan penghargaan setingi-tinginya kepada segenap Pimpinan dan anggota DPRD Kota bandung atas disetujuinya dan ditetapkannya perda ini, ” pungkas Wali Kota Bandung Oded M Daniel. (Tik)

www.cakrawalanusantaranews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kebakaran Landa Pangkal Duri Ilir, 6 Rumah Hangus 1 Rusak Ringan

Share this on WhatsAppCNN – Tanjab Timur Kebakaran melanda Desa Pangkal Duri Ilir Kecamatan Mendahara Kabupaten Tanjung Jabung Timur, tepatnya di RT 04 Simpang Sabut Dusun Duri Indah, Sabtu (5/12/2020). Akibat dari amuk si jago merah, 6 rumah hangus terbakar dan 1 rusak ringan. Hal ini disampaikan Kepala Desa Pangkal […]

Subscribe US Now

WhatsApp chat