“Perjalanan dinas harus online, ini sebuah keputusan besar. Selama ini masih tidak efisien karena dananya tidak sedikit yang dikelola untuk urusan itu. Selama ini, masih ada yang beli manual saat dibandingkan dengan online, harganya terlalu mahal. Maka untuk mengefisienkan, tidak ada yang manual lagi, semua serba online sesuai dengan visi Jabar digital,”
JABAR – CNN
Memasuki ahir tahun 2019, serta menyambut tahun baru 2020, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut, Pemprov Jabar akan melakukan langkah percepatan terhadap seluruh program pembangunan pada 2020. Dengan akselerasi program pembangunan tersebut, manfaat program pembangunan dapat dirasakan masyarakat Jabar secara merata mulai 2021.
“Tema 2020 adalah tahun akselerasi inovasi Jabar. Jadi, mengakselerasi semua yang sudah diluncurkan di 2019, sehingga 2021 memanen sebagai tahun prestasi,” ucap Emil seusai Rapat Pimpinan di Kantor Inspektorat Jabar, Kota Bandung, (kemaren-red).
Sambungnya, pada 2020 juga, Pemprov Jabar akan meningkatkan reformasi birokrasi, salah satunya memperkuat e-budgeting. Artinya, semua belanja daerah harus tercantum dalam penyusunan e-planning.
“
Tahun 2020 kita juga mencanangkan tahun juara reformasi birokrasi. Jadi, tidak ada lagi gejolak-gejolak gara-gara e-planning, semua harus e-budgeting,” terang Gubernur Jabar.
Lanjutnya, selain itu, Pemprov Jabar bakal mengefektifkan dan mengefisiensikan anggaran perjalanan dinas pegawai negeri sipil (PNS).
“Perjalanan dinas harus online, ini sebuah keputusan besar. Selama ini masih tidak efisien karena dananya tidak sedikit yang dikelola untuk urusan itu. Selama ini, masih ada yang beli manual saat dibandingkan dengan online, harganya terlalu mahal. Maka untuk mengefisienkan, tidak ada yang manual lagi, semua serba online sesuai dengan visi Jabar digital,” ungkapnya, seraya mengatakan e-katalog juga bertujuan untuk mengangkat UKM lokal.
lebih jauh pihaknya menjelaskan, bahwa penyerapan APBD Jabar per Desember 2019 mencapai 85 persen. Ia optimistis, pada akhir 2019, penyerapan bisa menyentuh angka 90 persen sesuai target yang telah ditetapkan.
“Alhamdulillah, penyerapan APBD Jabar tahun 2019 tercatat per minggu lalu sudah 85 persen. Masih ada waktu dua minggu lagi, Insya Allah bisa di atas 90 persen dan ini sesuai dengan target,” jelasnya.
Emil membeberkan, terkait anggaran tahun 2020. APBD Jabar 2020 telah dievaluasi oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan mendapat respons baik dalam kualitas pengelolaan anggaran. Kemendagri pun, tidak banyak merevisi APBD Jabar Tahun 2020.
“Anggaran 2020 sudah dievaluasi Kemendagri, tidak banyak perubahan menandakan Jabar sangat baik dalam mengelola kualitas anggaran. Total APBD 2020 Rp44 triliun naik sekitar Rp. 40 miliar lebih dari tahun 2019,” bebernya. ****

