“Kita punya pengawas sekolah. Jadi kalau ada yang tidak melaksanakannya kami panggil kepala sekolahnya,”
PURWAKARTA – CN
Pemerintah Kabupaten Purwakarta meminta seluruh Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama Negeri menanam padi di sekolahnya masing-masing. Salah satu tujuannya adalah untuk mengenalkan dan menarik minat siswa pada bidang pertanian.
“Gerakan ini diwajibkan pada setiap sekolah untuk memperkenalkan padi pada anak-anak. Setiap hari mereka memakan nasi jangan sampai tidak kenal sama tanaman padi ,” ucap Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Purwanto, belum lama ini.
Sebelumnya, Disdik bersama Dinas Pangan dan Pertanian Purwakarta telah melakukan pelatihan para kepala sekolah. Mereka diberikan informasi tentang cara menanam padi menggunakan pot dan sejenisnya.
“Setiap kepala sekolah juga sudah dikasih benihnya setelah pelatihan dan itu nanti akan jadi gerakan di setiap sekolah,” terang Purwanto. Benih tersebut merupakan bantuan dari Balai Besar Penelitian Tanaman Padi.
Pihaknya menjelaskan, pada pelaksanaannya, setiap kelas di lebih dari 600 sekolah SD-SMP akan mengelola minimal 20 pot padi. Para siswa di kelas tersebut diminta bekerja sama menjaga dan mengembangkannya hingga menghasilkan beras.
Pelaksanaan gerakan tersebut juga mendapatkan pengawasan dari dinas terkait melalui petugas pengawas sekolah.
“Kita punya pengawas sekolah. Jadi kalau ada yang tidak melaksanakannya kami panggil kepala sekolahnya,” tegas Purwanto.
Lebih jauh ia menegaskan, karena bersifat wajib, ia pun mengancam akan memberikan teguran dan mengevaluasi pihak sekolah yang tidak melaksanakannya. Namun, Purwanto tidak menyebutkan lebih lanjut sanksi bagi pihak sekolah yang melanggar tersebut.
Sebelum menjadi gerakan yang menyeluruh, pengolahan pertanian sebenarnya telah dipraktikkan di SDN 8 Purwakarta sejak 2003. Dari proses produksi padi di sawah milik sekolah tersebut diperoleh hasil sampai dengan delapan kwintal gabah dalam sekali panen.
Purwanto berharap dalam perkembangannya, para siswa menjadi tertarik mengaplikasikannya di lingkungan rumah masing-masing.
“Selain dijadikan media pendidikan, padi yang dikembangkan ini juga kaya nutrisi dan bisa mencegah stunting,” ungkapnya.
Sementara itu, Menurut Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta Agus Rachlan, padi tersebut berjenis Inpari IR Nutri Zinc. Varietas padi tersebut merupakan jenis baru yang dikembangkan oleh Balai Besar Penelitian Tanaman Padi atau BB Padi.
“Kalau di Purwakarta baru demplot-demplot (area percontohan) di beberapa kecamatan seperti Purwakarta dan Darangdan. Mudah-mudahan sudah ada hasilnya tahun ini,” harapnya.
Pengembangan varietas padi itu dinilai cocok di Purwakarta yang masih memiliki penderita stunting cukup banyak. ****

