“Tidak ada keputusan pembangunan di Jabar yang tidak melalui riset dan tidak melalui penelaahan sehingga dampak negatif bisa dihindari dan dampak positif bisa dimaksimalkan, karena kami yakin anggota DRD ini adalah orang-orang yang memiliki keilmuan sesuai disiplin masing-masing tadi ada ahli irigasi, pendidikan, kesehatan, dan lainnya,”
JABAR – CNN
Sedikitnya, sebelas anggota Dewan Riset Daerah (DRD) periode 2019-2022 yang berasal dari berbagai Perguruan Tinggi seperti ITB,Unpad, serta lembaga penelitian seperti LIPI dilantik oleh Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, mereka bertugas membantu pemerintah dalam melakukan supervisi program pemerintah.
“Tidak ada keputusan pembangunan di Jabar yang tidak melalui riset dan tidak melalui penelaahan sehingga dampak negatif bisa dihindari dan dampak positif bisa dimaksimalkan, karena kami yakin anggota DRD ini adalah orang-orang yang memiliki keilmuan sesuai disiplin masing-masing tadi ada ahli irigasi, pendidikan, kesehatan, dan lainnya,” beber Uu usai pelantikan di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, belum lama ini.
Wagub Uu menjelaskan, DRD tidak hanya memberi masukan pada gubernur dan wakil tapi termasuk OPD dengan organisasi-organisasi yang sudah ada yaitu Tim Akselerasi Jabar Juara (TAJJ) dan Tim Akselerasi Pembangunan (TAP) sehingga ada kekuatan baru dalam membuat sebuah keputusan sehingga dalam membuat keputusan semakin terasa.
“Hasil riset sangat bermanfaat kalau dilaksanakan dan terkadang ada sebuah kelemahan, riset tinggal riset bisa buat keputusan tapi hasil riset tidak dipake. Dan itu berbahaya. Uang sudah keluar, tenaga sudah kepake, tapi tidak dimanfaatkan. Oleh karena itu harapan kami riset yang dilakukan DRD ini harus benar-benar dimanfaatkan oleh mereka yang berkepentingan termasuk didalamnya OPD,” jelasnya.
Pihaknya berharap, OPD bisa konek dengan DRD yang sekarang ini sehingga keputusan yang ada masing-masing dinas tetap ada pemikiran atau alasan maupun dalil yang pas dalam membuat keputusan. Adapun yang menjadi prioritas, kata dia, di antaranya pendidikan, bencana, dan pertanian.
“Intinya apa yang menjadi skala prioritas suksesnya Jabar lahir batin itu yang harus diriset. Artinya inovasi apa yang harus dilakukan Pemprov dalam menuju Jabar juara lahir batin, seperti kesehatan masyarakat Jabar, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi,” ungkapnya.
Sementara itu, Rudy Hermawan Karsaman, Ahli Infrastruktur Teknik Sipil dari ITB, salah satu anggota DRD menyampaikan, sesuai dengan moto ‘Jabar Juara’ itulah tujuan utamanya DRD berdiri. Dalam praktiknya mereka berperan sebagai adviser, bukan yang melakukan kajian-kajian.
“Barang kali kita akan menyusun program-program kajian apa yang diperlukan juga akan mensupervisi apa memantau dan bagaimana cara menerapkan hasil-hasil kajian tersebut untuk semua OPD yang terlibat dalam pelaksanaannya, ” ucapnya.
Adapun nama-nama anggota DRD Jabar masa jabatan 2019-2022 adalah sebagai berikut:
1. Prof. Ir. Rudy Hermawan Karsaman, M.Sc., Ph.D. 2. Prof. Ir. Iswandi Imran, MA.SC., Ph.D.
3. Prof. Dr. Ir. Bambang Sugeng Subagio, DEA., 4. Prof. Ir. Muhammad Syahril Badri Kusuma, Ph.D., 5. Dr. Ir. Adrin Tohari, M.Eng., 6. Dr. H. Ah Fathonih, M.Ag., 7. Prof. Dr. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., 8. Dr. Drs. H. Basuki Rahmat, M.Si., 9. Prof. Dr. dr. Budi Setiabudiawan, Sp.A(K)., M.Kes., 10. Mudiyati Rahmatunnisa, Dra., M.A., Ph.D., 11. Prof. Dr. Ir. Roni Kastaman, MSIE. (Tik)

