KAB. BANDUNG – CNN
Politisi Golkar yang juga salah satu bakal calon Bupati Bandung, H Yoga Santosa, SE, belum lama ini menghadiri acara HUT Partai Golkar ke 55 di Gedung Sabilulungan, Kab. Bandung.
“Saya datang di acara ini, karena kapasitas saya sebagai salah satu Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat, dan mendapat undangan dari DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung, untuk diperkenalkan sebagai calon bupati pada Pilkada tahun 2020,” katanya usai acara.
Ia mengatakan sangat bersyukur bisa hadir di acara ini, dan bisa memberikan door prize dengan hadiah umrah kepada masyarakat pemenang undian.
Bakal calon Bupati Bandung, H Yoga Santosa, SE.
“Bahkan langkah saya diikuti oleh kandidat yang lain,” tambahnya.
Yoga mengakui, dirinya mencalonkan Bupati Bandung atas dasar kemampuan yang dimilikinya, seperti; kompetensi, jaringan, biaya, dan tentunya atas izin Yang Maha Kuasa Allah SWT.
“Karena untuk pemimpin daerah harus memiliki empat kompetensi, satu memiliki kompetensi, dan otak yang cerdas, kedua memiliki jaringan, ketiga mempunyai biaya, dan keempat berdo’a,” jelasnya.
”Saya memiliki visi misi, yakni dengan semangat Sabilulungan, kita tingkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bandung menuju keberlangsungan hidup masyarakat yang adil dan makmur, serta berakhlakul karimah,” ujarnya.
Dikatakan, keberangkatannya mencalonkan sebagai Bupati Bandung, adalah berpegang pada motto; memegang metode Asta Gatra sebagai haluan Pemerintah Kabupaten Bandung, yakni gabungan dari aspek tri gatra dan panca gatra, dimana antara keduanya terdapat hubungan yang bersifat timbal balik dengan hubungan yang erat.
” Motto saya adalah model asta gatra, yang merupakan perangkat hubungan bidang kehidupan manusia dan budaya yang berlangsung di atas bumi dengan memanfaatkan segala kekayaan alam yang dapat dicapai menggunakan kemampuannya. Oleh karena itu, secara konseptual, ketahananan suatu bangsa dilatarbelakangi oleh kekuatan apa yang ada pada diri seorang pemimpin, dan ia mampu mempertahankan kelangsungan hidup masyarakatnya,” ungkapnya.
Selain itu, lanjut Yoga, ketahanan atau kemampuan bangsa untuk tetap jaya, mengandung makna keteraturan (regular) dan stabilitas, yang didalamnya terkandung potensi untuk terjadinya perubahan (the stability idea of change).
” Tri Gatra adalah aspek alamiah yang terdiri atas penduduk, sumber daya alam, dan wilayah, sedangkan dan panca gatra adalah aspek sosial yang terdiri atas ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya,” tuturnya.
“Saya punya tiga prinsip dalam pencalonan. Yang pertama, saya akan bekerja atau ihktiar semaksmal mungkin, yang ke dua, saya gambling saja. Artinya, kalau saya terpilih ya syukur, kalau ngga terpilih pun ngga apa-apa, karena jabatan adalah sebuah amanah. Dan yang ke tiga, saya hanya berharap ridho Allah. Kalau pun terpilih, namun tanpa ridho Allah, khwatir bisa jadi bencana,” pungkasnya. (Emur Permadi)

