Polemik Kapal Ikan Tiongkok Di Laut Natuna ‘Menggejolak’, Mantan Menteri Kelautan Susi pudjiastuti: Pencuri Seharusnya Ditangkap, Dimusnahkan, Jangan Hanya Dihalau Saja

mantan Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti.

KEP. RIAU – CNN

Kemunculan kapal ikan Tiongkok di Laut Natuna masih menggejolak di Negeri Pertiwi. Peristiwa itu diduga merupakan bentuk pelanggaran Kapal Tiongkok di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.

Kapal Coast Guard China dituding mengawal kapal-kapal nelayan Tiongkok yang sedang mencuri di Laut Natuna. Tak hanya itu, mereka pun mengusir nelayan Indonesia yang sedang mencari ikan di lokasi tersebut.

Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun melakukan kunjungan kerja ke Natuna pada Rabu 8 Januari 2020. Jokowi bermaksud untuk memastikan penegakkan hukum terkait kedaulatan Indonesia atas kekayaan alam Indonesia di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Rupanya kedatangan Jokowi ini menarik perhatian mantan Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti.

Joko Widodo ✔ @jokowi · 18h Replying to @jokowi Di zona tersebut kapal internasional dapat melintas dengan bebas, tapi Indonesia memiliki hak atas kekayaan alam di dalamnya. Indonesia memiliki hak berdaulat untuk menangkap atau menghalau kapal asing yang mencoba memanfaatkan kekayaan alam di dalamnya secara ilegal. Susi Pudjiastuti ✔ @susipudjiastuti Yg mencuri di EEZ kita Seharusnya ditangkap saja. Dan putuskan dimusnahkan. Jangan hanya dihalau. 🙏🙏🙏

Susi menuliskan dalam akun Twitternya bahwa pencuri seharusnya ditangkap, dimusnahkan dan jangan hanya di halau saja. Unggahan tersebut ia bagikan pada Rabu 8 Januari 2020 pukul 18.48 WIB menanggapi cuitan yang lebih dahulu dikicaukan oleh akun Jokowi.

Dalam unggahannya Jokowi menuliskan, laporan dari Panglima TNI menyebut, tidak ada kapal negara asing yang memasuki teritorial Indonesia. Kapal asing tersebut berada di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia, bukan laut teritorial Indonesia.

“Yang mencuri di EEZ kita seharusnya ditangkap saja. “Dan putuskan dimusnahkan. “Jangan hanya dihalau,” cuit Susi Pudjiastuti. (nt)

www.cakrawalanusantaranews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Need Help?